Label

Tetes- tetes Hujan dikala Pagi

 Nuansa Di pagi hari  yang dingin dikala itu,

Hujan datang perlahan.  halus dan bermakna

camar camar hilang dari  atap rumah.

 

Dari dedaunan daun basah,

Ia berkata dan mengerti arti arti dari banyak suara.

tetes tetes hujan pagi hilangkan hati yang gelisah.

 

Di jendela dan kamar tidur, serta ditumpukan lemari

Aku duduk termenung dan berpikir

denyut denyut nadi menari nari hingga 

tak tahu kapan akan kembali

 

Sedikit demi sedikit,

Hujan menceritakan tentang kerinduanku.

Mengambil kenangan kenangan lama yang telah memudar,

Tentang apa yang tersembunyi di sudut hati.

 

Di Setiap keheningan dan kehampaan ia berkata.

Berbicara dengan tenang,

 tentang cinta, tentang aku dan tentang kamu

 

Hujan hujan, teman gelapku,

Jangan kalian terlalu cepat.

rasa aku merasakan kehadiranmu,

Di setiap detik yang lembut dan mengalun

 

rintik rintik  hujan yang lambat, Seperti bisikan rahasia.

Kini Buat aku mengerti,

Bahwa di setiap hujan selalu ada cerita baru

Buku Buku Kenangan

 Ada beberapa buku yang menjadi kenangan masa laluku, mengingatkanku dari masa kecil sampai sekarang sudah dewasa. buku buku kenangan dari tulisan tulisan dari mendiang NH Dini, Mira W atau buku buku lain yang aku rasa aku sudah mulai lupa judulnya.buku NH Dini salah satunya yang aku ingat berjudul, alang alang dibelakang rumah, dengan latar tak jauh dari kampung halamanku, aku bisa related dengan kehidupanya meskipun berbeda jaman.

Keindahan lingkungan di Semarang,  Teduh dan enaknya udara disana serta nyamanya daerah semarang atas yang sekarang sudah mulai panas juga seperti di Semarang bawah. Aku berpikir, waktu itu terasa sangat cepat berlalu.

yang dulunya kanak kanak menjadi lebih dewasa,

lebih memahami arti arti yang dahulunya belum kita tidak mengerti.


Tentang kenangan kenangan itu, 

Aku dan diriku, dengan  pengertian pengertian lama yang sekarang berubah dan berpendar dengan pemahaman lalu

hal hal yang dulunya merupakan hal menyakitkan sekarang mungkin menjadi biasa saja.


Alang alang di dekat rumah dengan lapangan telah menjadi perumahan dengan warga warga baru yang tidak begitu aku kenal.

capung capung terbang menukik sekarang tiada terlihat

dan bangunan bangunan baru rumah telah menggantikan peran dari warna hijau disepanjang mata melihat.

.

.

Perubahan, adalah bagian dari hidup.

dan aku sadari buku buku dahulu yang pernah aku baca, juga merupakan bagian dari kenangan.

mungkin mereka telah ditumpuk secara lusuh dan jarang terbaca di lemari lemari

mungkin mereka menunggu ada orang lain lagi yang akan membacanya.

.

.

Tapi Hujan dan panas meski tidak setertib dulu datangnya, tetap kembali,

memberikan jeda waktu, untuk diriku untuk sejenak tidak hidup dalam masa lalu.

Hujan yang kembali dengan suara merdu di kala itu,

disore hari dan dikala senja

yang membawa langit kemerahan menjadi malam gelap gulita

Kembali menulis

 Setelah sekian lama, aku akhirnya kembali menulis di Blog ini,

rasanya rindu untuk menulis hal hal yang aku pikirkan tanpa harus menjawab berbagai pertanyaan yang ada dan berputar putar begitu banyaknya di khalayak umum.


Mungkin aku juga jenuh menulis di tempat lain,

Aku ingin kembali bercerita kepada diriku sendiri,

meski tulisanku mungkin tidak seperti dahulu,

tapi pengetahuanku tentang satu dua hal telah merubah persepsiku


semoga kedepanya ada hal yang bisa aku ambil dan aku ungkapkan

lebih dari sebelum sebelumnya