Label

Cerita - Monyet dan Cicak

 Seekor monyet mengendap ngendap memasuki sebuah rumah yang kosong,
kosong melompong tanpa ada penghuninya. Disitu tinggal beberapa ekor cicak yang hidup bahagia.
cicak cicak itu hanya makan nyamuk dan serangga kecil di sekitar rumah kosong itu.

   Si monyet tertarik pada para ekor cicak. tentang  kheiidupan mereka yang nyaman dan enak diatas atas langit rumah.selalu bermain, bermain dan bermain. sambil sekali kali berburu nyamuk untuk memuaskan lapar.

Monyet :  "Boleh Aku tinggal disini dengan kalian ? "tanya si monyet

Cicak   : "Boleh saja, asal engkau tidak mengganggu kami, dan tolong diingat. pemilik rumah ini jarang sekali pulang.

              " Pemilik rumah ini tinggal diujung negeri seberang, dan kau harus pergi ketika dia datang dan jangan merusak rumah ini"



Monyet:   " Baiklah" Jawab si Monyet.

Akhirnya si monyet tinggal disitu dengan senangnya. Tidak kehujanan lagi dan dapat tidur seenaknya. tidak seperti dihutan yang dia harus waspada akan datangnya singa yang siap menerkam.
Ia hanya tinggal ke kebun di belakang rumah yang penuh akan pohon pisang untuk makan.


Namun si monyet amat sangat pemalas,
Rumah jadi berantakan dan sangat kotor.


Badan si monyet jadi sangat sangat gendut.
Bahkan untuk memanjat pohon pisangpun dia tidak sanggup.

akhirnya dia sering meminta tolong kepada para cicak untuk memetikkan pisang.
namun lama kelamaan para Cicak jenuh dan tidak menghiraukan permintaan Si monyet.


Si Monyet sering mengeluh kesakitan untuk mendapat iba dari para Cicak.
para cicak terenyuh, dan menolong Si monyet.
padahal si monyet hanya berbohong,

Tapi dia tetap saja tidak berubah,
tetap saja malas,





karena terlalu sering dimanfaatkan, para cicak muak dan pergi ke loteng.
akhirnya mereka bisa hidup dengan tenang meskipun, tempat bermain mereka sekarang lebih sempit dan makanan lebih susah.



Tapi hidup mereka lebih bahagia,




Si monyet yang bingung karena sudah tidak ada yang menolong, berpikiran pendek.
ketika dia lapar, ia tebang satu persatu pohon pisang, hanya untuk mengambil buahnya.






beberapa minggu berlalu,
pemilik rumah dan kebun pisang pulang untuk menengok rumahnya setelah pelayaran yang panjang di negeri seberang.



Dia marah ketika melihat rumahnya berantakan dan kotor,
tidak hanya berdebu seperti ketika ia pulang kerja seperti  sebelumnya,,

Rumahnya kini bak kapal pecah,
dan ketika dia menengok kebun pisang kesanyanganya,

dia terkejut, kebunya sudah hampir habis. hanya ada beberapa pohon pisang yang masih utuh.
sisanya hanya batang batang pisang yang mati tak berbentuk.


Di dekat situ ada seekor monyet yang sangat gendut.



Si monyet ketakutan dan mau lari, tapi apa daya badanya yang gemuk tidak dapat membuatnya berlari.


Si pemilik rumah mengambil kapak di gudang,
dan akhir yang tragis bagi si monyet,


dari loteng para cicak hanya mendengar jeritan pilu si monyet sekali dan kemudian hening........





Tidak ada komentar:

Posting Komentar