"Jreng jreng,"
Suara Gitar Terdengar dari luar, suara pengamen sepertinya. menyanyikan lagu kotor yang menyejukan pikiran. beberapa tetes darahku keluar dari pergelangan. sedikit tergores di sekitar kulit.
ternyata hari masih panjang dan masih banyak dokumen yang harus aku tanda tangani.
Ternyata hari ini belum saatnya aku pergi, dan sekarang malah menjadi beban pikiran. Sial pikirku.
"jreng jreng " suara gitar itu terdengar lagi. cempreng memang tapi lumayan enak juga. Eh, hari ini aku belum mengecek pos. mungkin ada pos dari dia.
Seorang wanita yang aku pikirkan tiap hari, tanpa henti. ya tanpa henti kecuali sedang memikirkan tagihan bulanan dan cicilan. sudah lah itu tidak penting.
" Jreng jreng" Si kampret Pengamen itu mengenjreng gitarnya lagi.
Duh, kenapa pikiranku tambah kemana mana.. Aku Harap ini segera berakhir, berakhir disini. dan aku harap akhirnya seperti yang aku harapkan tapi sepertinya tidak mungkin..
Aku hanya Diam dan diam, tapi nyawa mengabarkanku. bahwa ia tetap masih ingin disini.
aku balut lukaku walau dengan kepayahan.
duh, hanya ada tisu, tak apalah.
lalu perlahan aku cari dengan sebelah tangan, mungkin ada perban untuk mengehentikan kepayahan.
Nyawaku seakan bicara, yailah ndro. masak gara gara seseorang doang lu habis. kasian gua nih, masih pengen disini.
"Ok" Bilangku,
Sepertinya semakin darahku menipis aku jadi agak gila.
Tapi tak apa yang penting di dalam kegilaanku ini membuat sisi lain diriku "Waras"
Duh,
"Periih Anjrit!" Badanku mulai berontak.
turun dan turun lagi mataku, secara perlahan. seperti suara sirene dari kejauhan.
lewatkah ? atau akan menolongku ?
sepertinya aku sudah tidak tau lagi.
tak terpikirkan malah,
kembali menghadap tembok dan aku sudah tidak terburu buru.
Akankah sudah saatnya pergi ?
Duh Aku mau meminta maaf dan tidak akan mengulanginya,
tapi berhakkah aku ? untuk mengulang semuanya ?
bahkan si Kasur kesayanganku seolah menolaku kali ini untuk dapt limpahan curhhatku,
Kawan kawanku, tentang dia aku ingin bercerita,
jangan kalian benci dia,
15, 16
Duh sakit,
maaf
maaf
Aku hanya ingin melewati ini,
sendiri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar