perlahan dalam sunyi. Pilihanya hanya 2. membunuh atau mati,
dirimba yang tak bertuan, Hanya BerTuhan.
inilah perang, dimedan ini tak terpikirkan lagi membela negara ataupun bangsa. yang penting adalah tetap Hidup,
entah kurang beruntung apa Aron. meski dia yang tersisa diantara belantara ini.
semua anggota peletonya sudah habis,
3 tertembak musuh, 2 mati karena bunuh diri sisanya mati karena penyakit.
Hutan membunuh lebih banyak dari manusia dan entah berapa yang mati dipihak musuh.
Aron cuma berharap lebih banyak.
3 hari sudah semenjak anggotanya telah habis seluruhnya.
mengharap bantuan?
Cuih, pikirnya. di tempat tak bertuan ini, mana mau kaptenya menerjunkan pasukanya untuk menolong.
apalagi mungkin mereka memang dikirim ke hutan ini untuk mati,
bukan karena memang mereka pembangkang. ya tapi yang namanya perang. pasti butuh korban,
Bukankah begitu ?
nama nama yang tidak begitu terkenal di buku sejarah cukup ditulis dengan kata " Jumlah korban di pihak A sekian dan di pihak B sekian"
Bukankah meninggal tanpa nama di dalam perang dan hanya sebagai mortar2 kecil menjadi nasib bagi begitu banyak prajurit?
meski pohon begitu tinggi dan lebat, tapi makanan disini sungguh sulit didapat,
Air tak masalah, dari embun di daun daun dan dari hujan dia masih bisa hidup.
Ada pun cuma untuk sekadar mengisi perut yaitu tanaman pakis dan lumut lumut muda,
Teori untuk bertahan hidup sangat berat diterapkan,
dan seorang tentara juga manusia biasa,
tak khayal Aron jatuh terjelembab tak hanya karena Fisiknya yang terkuras tapi juga mentalnya yang mulai jatuh.
bayangan bayangan hitam bagai iblis mulai mengintai diantara semak semak,
diatas pohon bagaikan monster yang siap menerkam,
Dirinya sudah tak tahan, apakah dia beruntung karena masih hidup ataukah sebuah kutukan yang tak berkesudahan,
Untuk Hidup memang berat,
Tapi Aron tetap berjalan, sambil mengenggam senapanya
meski pohon begitu tinggi dan lebat, tapi makanan disini sungguh sulit didapat,
Air tak masalah, dari embun di daun daun dan dari hujan dia masih bisa hidup.
Ada pun cuma untuk sekadar mengisi perut yaitu tanaman pakis dan lumut lumut muda,
Teori untuk bertahan hidup sangat berat diterapkan,
dan seorang tentara juga manusia biasa,
tak khayal Aron jatuh terjelembab tak hanya karena Fisiknya yang terkuras tapi juga mentalnya yang mulai jatuh.
bayangan bayangan hitam bagai iblis mulai mengintai diantara semak semak,
diatas pohon bagaikan monster yang siap menerkam,
Dirinya sudah tak tahan, apakah dia beruntung karena masih hidup ataukah sebuah kutukan yang tak berkesudahan,
Untuk Hidup memang berat,
Tapi Aron tetap berjalan, sambil mengenggam senapanya
Dari Kejauhan terdengar sayup sayup suara kendaraan,
kawankah ? Lawankah ?
terdengar suara letusan senapan sekali,
Dan tiba tiba semuanya kelabu,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar